Disebut di Medan Merdeka Utara, PA Sentani Berhasil Menduduki Peringkat 2 Pelaksanaan Mediasi.
Disebut di Medan Merdeka Utara, PA Sentani Berhasil Menduduki
Peringkat 2 Pelaksanaan Mediasi.

Panggung Anugerah Mahkamah Agung 2023 dihiasi para bintang. Pengadilan-pengadilan terbaik di seluruh Indonesia bertengger di papan atas merajai masing-masing cabang perlombaan. Salah satu lomba yang dinilai pada momen Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung (MA) ke-78 yaitu kategori pelaksanaan Mediasi di Pengadilan. Saat diumumkannya pemenang kategori pelaksanaan mediasi di Pengadilan, secara mengejutkan Pengadilan Agama (PA) Sentani dinobatkan sebagai pengadilan terbaik kedua dalam pelaksanaan mediasi untuk kategori pengadilan kelas II Peradilan Agama.
Sebagai satker yang berada di paling Ujung Indonesia, anugerah penghargaan dengan kaliber nasional tersebut patut dicatat dengan tinta emas. Sebab, pemberian penghargaan oleh Ketua MA adalah barang langka yang didamba oleh setiap Pengadilan. Setiap tahun MA selalu memberikan penghargaan dengan berbagai kategori kepada pengadilan terbaik. Tapi tahun ini lebih ketat dari pada tahun lalu. Maka itu, semua satuan kerja pasti berlomba-lomba untuk meraihnya dengan memacu kinerja dan menjalankan program prioritas MA.
Terpilihnya PA Sentani sebagai salah satu satker terbaik dalam pelaksanaan mediasi melewati proses yang tidak mudah dan seleksi yang ketat. Sebab, tingkat keberhasilan mediasi sangat ditentukan oleh kemahiran dan keterampilan mediator dalam mengupayakan perdamaian atas sengketa yang dimediasi. Beruntung PA Sentani memiliki mediator hakim yang terlatih dan bersertifikat..
Proses penilaian oleh dewan juri pada Ajang Anugerah MA 2023 tidak hanya pada aspek kuantitas, melainkan juga kualitas. Secara kuantitatif, Tim Anugerah MA menelusuri data yang terekam dalam Sistem Informasi Penelusuran perkara (SIPP) dan Direktori Putusan MA. Sedangkan penilaian aspek kualitatif dilakukan dengan mengisi kuesioner. Masing-masing kategori pada mulanya ditetapkan beberapa nominator pengadilan terbaik. Kemudian dilakukan penyaringan dan pendalaman materi melalui instrumen kuesioner. Untuk kategori mediasi, misalnya, di dalam kuesioner terdapat pertanyaan bagaimana kualitas pelaksanaan mediasi, perkara apa yang dianggap paling berkesan dimediasi, teknik apa yang digunakan hingga berakhir damai, bagaimana sosialisasi mediasi kepada internal dan eksternal, sosial media, dan sebagainya. Semua pertanyaan tidak hanya dijawab, tapi juga disertai eviden. (Tim IT PA sentani)

